Akselerasi Dekarbonisasi, PT KAI Bidik Reduksi Emisi 133 Ribu Ton CO₂e Lewat Transisi Biodiesel B50
JAKARTA, BIODIESEL INDONESIA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) resmi menetapkan Harga Indeks Pasar (HIP) Bahan Bakar Nabati (BBN) jenis biodiesel dan bioetanol untuk periode November 2026. Pergerakan harga pada bulan ini mencatatkan dinamika yang kontras, di mana HIP biodiesel mengalami penurunan tipis, sementara HIP bioetanol bergerak naik.
Kementerian ESDM menetapkan HIP BBN Biodiesel November 2026 sebesar Rp14.312 per liter ditambah ongkos angkut. Angka ini melandai dibandingkan posisi Oktober yang tercatat sebesar Rp15.072 per liter plus ongkos angkut. Besaran biaya konversi Crude Palm Oil (CPO) menjadi biodiesel bertahan stabil di angka US per metrik ton.
Sebaliknya, HIP BBN Bioetanol November 2026 dipatok sebesar Rp11.955 per liter, mengalami kenaikan tipis jika dibandingkan dengan penetapan Oktober yang berada di level Rp11.604 per liter.
Poin-poin utama rincian formula perhitungan, parameter harga bahan baku, serta nilai kurs konversi BI meliputi:
Formulasi dan Parameter HIP BBN Biodiesel:
Formulasi dan Parameter HIP BBN Bioetanol:
Penetapan HIP BBN oleh Kementerian ESDM ini menjadi panduan acuan bagi pencampuran biodiesel (skema mandatori B35/B50) serta bioetanol ke dalam Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Solar dan Bensin komersial di seluruh wilayah Indonesia.
Sumber: ekonomi.bisnis.com