Langkah Berani Indonesia Terapkan B50 yang Bikin Jepang dan Eropa Kepincut Pelajari
Pemerintah Indonesia kembali membuka peluang untuk meningkatkan kadar campuran biodiesel melampaui level 50 persen (B50). Rencana strategis ini menjadi salah satu agenda utama yang dibawa oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dalam rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (16/9).
Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya pemerintah dalam mengamankan ketahanan energi nasional sekaligus mengurangi ketergantungan pada impor bahan bakar minyak (BBM).
“Hari ini kami akan melakukan rapat dengan Bapak Presiden terkait beberapa langkah-langkah dalam rangka memenuhi kebutuhan energi di dalam negeri kita,” ujar Bahlil.
Meski wacana peningkatan telah digulirkan, Bahlil belum membeberkan secara spesifik mengenai target persentase campuran (misalnya B60 atau B100) maupun jadwal penerapannya. Namun, ia memberikan sinyal kuat bahwa pemerintah akan terus menggenjot pemanfaatan sumber energi terbarukan yang melimpah di Tanah Air.
“Mungkin salah satu di antaranya adalah kita akan melakukan pengembangan dengan memanfaatkan potensi yang ada di dalam negeri kita. Kita akan dorong untuk BB di atas B50,” tegas Bahlil.
Terkait detail skema kebijakan dan teknis pelaksanaannya, Bahlil meminta publik untuk menunggu hasil putusan resmi. "Setelah rapat saya akan menyampaikan," tambahnya.
Rencana peningkatan ini merupakan kelanjutan dari program mandatori B50 yang telah resmi diimplementasikan oleh pemerintah sejak Juli 2026. Program B50 mewajibkan pencampuran 50 persen Fatty Acid Methyl Ester (FAME) berbasis kelapa sawit ke dalam bahan bakar minyak jenis solar.
Langkah untuk mengeksplorasi batas campuran di atas B50 menunjukkan komitmen transisi energi pemerintah. Meski demikian, rincian kebijakan itu masih menunggu hasil rapat bersama Presiden.
(sumber: Voice of Indonesia)