Gebrakan Swasembada Energi: Presiden Prabowo Dorong B50, E50, PLTS 100 GWp, hingga Rencana PLTN
Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (APROBI) menggelar konferensi internasional 6th Palm Biodiesel Conference di Sofitel Nusa Dua, Bali, pada 17–18 September 2026. Forum yang mengusung tema “The Role of Palm Biodiesel for Global Energy Security” ini dihadiri 200 hingga 300 peserta lintas negara yang terdiri atas pembuat kebijakan, pemimpin industri, serta delegasi internasional.
Wakil Ketua APROBI, Catra Aradea de Thouars, menjelaskan bahwa konferensi berskala internasional ini diinisiasi sejak 2017 oleh tiga asosiasi, yaitu APROBI, Malaysian Biodiesel Association (MBA), dan Thai Biodiesel Producer Association (TBPA).
Saat ini, negara-negara di kawasan Asia Tenggara mencatatkan kemajuan signifikan dalam implementasi mandatori biodiesel berbasis sawit. Indonesia berada di garis depan sebagai pionir yang tengah menjalankan transisi dari bauran B40 menuju B50, diikuti komitmen Malaysia dan Thailand dalam perluasan program biodiesel mereka.
“Biodiesel dari sawit telah membuktikan lebih dari sekadar bahan bakar alternatif melainkan sebagai penopang utama bagi kemandirian energi nasional dan stabilitas ekonomi,” ujar Catra.
Rangkaian acara ini dijadwalkan dibuka oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia yang diwakili oleh Direktur Jenderal EBTKE Prof. Eniya Listiani Dewi. Selain itu, Wakil Menteri Arif Havas Oegroseno juga dijadwalkan menyampaikan gagasan terkait diplomasi sawit melalui panggilan video.