Bersama APROBI, 5.000 Pramuka Kenali Manfaat Biodiesel di Jamnas XII 2026
JAKARTA, BIODIESEL INDONESIA - Stok minyak sawit Indonesia pada Agustus 2026 mencatatkan penurunan signifikan menjadi 2,21 juta ton, merosot dibandingkan posisi Juli 2026 yang sebesar 2,75 juta ton maupun periode Agustus 2025 sebesar 2,54 juta ton. Penggerusan persediaan ini terjadi akibat lonjakan konsumsi dalam negeri terutama diserap oleh sektor biodiesel serta kenaikan volume ekspor di tengah penyesuaian produksi bulanan.
Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), Eddy Martono, menyampaikan bahwa total produksi crude palm oil (CPO) dan palm kernel oil (PKO) pada Agustus 2026 tercatat 5,343 juta ton, melambat tipis 0,50 persen dibandingkan Juli 2026 yang sebesar 5,370 juta ton. Rinciannya, produksi CPO mencapai 4,880 juta ton dan PKO sebesar 464 ribu ton.
"Meski produksi bulanan sedikit melambat, secara akumulasi Januari–Agustus 2026 total produksi CPO dan PKO nasional menembus 40,997 juta ton, tumbuh 5,02 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 39,037 juta ton," ujar Eddy dalam keterangannya, Selasa (13/10/2026).
Poin-poin utama dinamika konsumsi dalam negeri, kinerja ekspor, penerimaan devisa, serta peta tujuan pasar meliputi:
Pergeseran Pasar Tujuan Ekspor (Agustus MoM):
Penurunan stok hingga ke kisaran 2,21 juta ton menegaskan solidnya penyerapan program kemandirian energi B50 dan dinamika permintaan minyak nabati dunia, sekaligus menjadi sinyal penting bagi penataan keseimbangan pasokan hulu-hilir nasional menjelang akhir tahun 2026.